Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Rumah Sewa

Menyewakan rumah adalaha salah satu investasi yang banyak dilakukan orang. Tingkat permintaan dan keuntungan yang tinggi menjadi faktor penyebab jenis investasi ini banyak dipilih investor. Kendati demikian ada pula kekurangan jenis investasi ini yang perlu diperhatikan agar investor tidak merugi.

Kelebihan
Rumah sewa memiliki tingkat permintaan (demand) yang tinggi, terutama di kawasan-kawasan yang tengah berkembang (growth center), yakni kawasan yang berdekatan dengan akses tol, trade center, shopping mall, persimpangan jalan-jalan utama, terminal, dan lain-lain.

Bisa juga memilih rumah di dekat perumahan-perumahan besar. Biasanya di sekitar lokasi tersebut akan tercipta demand pusat perbelanjaan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan—yang akan menjadi pemicu permintaan rumah-rumah sewa.

Di sisi lain, capital gain dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Biasanya, capital gain rumah sewa secara rata-rata lebih tinggi dari tanah kosong. Pasalnya, rumah sewa memiliki manfaat langsung, tidak seperti lahan kosong yang hanya memiliki manfaat tak langsung.

Apabila setelah lima tahun investor memutuskan untuk tidak menjualnya, sebaiknya rumah tersebut disewakan. Biasanya harga sewa per tahun (return) berkisar 5% dari harga rumah. Misalnya harga rumah Rp600 juta disewakan Rp30 juta per tahun.

Setahun kemudian, bila keadaan ekonomi stabil, harga sewa bisa dinaikkan sekitar 10% – 15%, tergantung pada kondisi lingkungan rumah tersebut berada. Jika di kawasan tersebut tidak banyak rumah yang kosong, maka kenaikan nilai sewa bisa mencapai 15% atau sekitar Rp45 juta per tahun.

Kekurangan
Salah satu kekurangan investasi rumah sewa adalah jangka waktu penyewaannya terbilang pendek, yakni hanya sekitar satu sampai dua tahun, tergantung kondisi dan lokasi rumah serta siapa penyewanya. Jika penyewanya adalah ekspatriat, biasanya rumah akan disewa dalam jangka waktu lebih panjang, antara dua hingga lima tahun.

Pemilik rumah juga harus benar-benar memilih penyewa yang baik. Kerap terjadi rumah yang disewakan cepat rusak ketika disewakan kepada penyewa yang kurang bertanggung jawab. Umumnya para penyewa merasa rumah tersebut bukan miliknya, sehingga mereka kurang menjaga kondisi dan kualitas bangunan rumah.

Jika dibandingkan dengan investasi ruko dan kios, capitalization rate (cap-rate) rumah sewa tergolong rendah (hanya 3% – 5%). Ini disebabkan rumah memiliki luas tanah yang jauh lebih besar dibanding bangunan, berbeda dengan ruko yang memiliki luas bangunan lebih besar dibanding luas tanah.

Di Indonesia, karena kenaikan harga tanah relatif lebih lambat dibanding kenaikan harga bangunan, membuat tingkat pengembalian (return) dari tanah lebih kecil.


(Anto Erawan/Rumah.com)

Selasa, 27 November 2012

Banjir Bisa Jadi Peluang Investasi

Banjir bisa jadi peluang investasi bagi investor yang jeli. Demikian menurut Presiden Ikatan Analis Properti Indonesia (IKAPRI) Benyamin Ginting.

Kawasan yang semula rawan banjir tetapi kemudian infrastrukturnya diperbaiki, nilainya akan naik kembali. “Sebagai contoh, kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Semula harga properti di kawasan itu stagnan, tetapi setelah ada BKT yang membuat kawasan tersebut bebas banjir, harga properti mulai naik kembali," tutur Benyamin.

Contoh lain yang diberikan Benyamin adalah daerah Kelapa Gading dulu merupakan langganan banjir, membuat harga properti di kawasan Jakarta Utara tersebut tidak kunjung naik. Ada sebagian investor yang menjadikan momentum tersebut sebagai waktu yang tepat untuk membeli. Apalagi, sebagian penghuni Kelapa Gading yang telah jenuh dengan banjir rela menjual rumah dengan harga miring.

“Investor yang jeli masih melihat peluang bahwa Kelapa Gading memiliki nilai bisnis yang tinggi, sehingga pasti infrastrukturnya akan dibenahi. Mereka ini sekarang telah menikmati capital gain dari properti yang dibelinya,” tegas Benyamin. "Sekarang sudah memiliki infrastruktur drainase, sehingga banjir berkurang, dan harga properti naik signifikan," tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi Jakarta akan dilanda banjir di bulan Januari 2012. Memang Jakarta adalah salah satu kawasan rawan banjir, terutama saat siklus banjir lima tahunan. Problem banjir, bukan saja memengaruhi sektor bisnis, termasuk properti.

“Banjir tentu memengaruhi bisnis properti, selain properti rusak terendam, banjir juga terkait pencitraan suatu kawasan,” kata Benyamin Ginting, yang mengatakan nilai properti di kawasan langganan banjir akan sulit bertumbuh. Jika tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengentaskan banjir di kawasan tersebut, tambahnya, maka nilai properti tak akan tumbuh, bahkan cenderung menurun.

(Rumah.com)

Jumat, 23 November 2012

RI Harus Dorong Investasi Demi Pertumbuhan Ekonomi

Motor pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini bukan hanya pada konsumsi domestik saja, tetapi juga dipengaruhi aktor investasi. Pasalnya, investasi juga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, pertumbuhan karena investasi pada tahun ini telah meningkat 32 persen dibandingkan tahun lalu. "Investasi yang baik, bisa menyumbang pertumbuhan 10 persen," jelas dia dalam acara Investor Awards 2012, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/5/2012) malam.

Dia melanjutkan, beberapa tahun lalu, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia memang ditopang oleh konsumsi domestik. Namun, saat ini bukan hanya konsumsi domestik menunjang pertumbuhan ekonomi. "Sekarang investasi juga turut mempengaruhi," tegas Agus.

Dengan adanya pertumbuhan investasi, maka secara umum ekonomi Indonesia akan terus menguat. Dia menambahkan, rasio utang terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) yang turun dari 80 persen menjadi 25 persen, masih bisa ditekan dengan adanya investasi. "Akan terus turun jadi 22 persen, dan cadangan devisa saat ini USD110 miliar, bandingkan pada 2005 sebesar USD40 miliar," urai Agus.

Menurutnya, terus membaiknya kondisi ekonomi Indonesia tetap harus memperhatikan kondisi global saat ini. "Karena harga  minyak terus naik, dan Indonesia akan kena dampak ekonomi global," tutup Agus.

(Pebrianto Eko Wicaksono - Okezone)

Selasa, 20 November 2012

Pulpen Batu Giok Bisa Jadi Ladang Investasi

Dunia investasi sangat marak saat ini, bukan hanya tanah atau emas, pulpen juga dijadikan masyarakat sebagai ladang investasi.

Adalah pulpen Graf von Faber-Castell yang diproduksi terbatas yaang harganya mencapai Rp50 juta. Pulpen ini hanya diproduksi 1.000-2.000 pieces per tahunnya dengan ide dan desain berbeda.

Pulpen milik Faber-Castell yang diberi tema Pen Of The Year ini pun ternyata dilapisi emas. Pada 2011 ini, telah diluncurkan pulpen yang terbuat dari bahan batu giok, dengan delapan sisi batu giok di sisinya.

"Untuk Pen Of The Year 2011 kita jual dengan harga Rp50 juta, ini generasi ke-8. Untuk konsumen collector juga ada yang mereka simpan untuk investasi," ujar Brand Manager Graf von Faber-Castell Fransiska Remila ketika berbincang dengan okezone, di kantornya, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Lebih lanjut, dia menjelaskan pulpen in termasuk pulpen limited edition untuk investasi yang bisa dijual lagi dengan harga dua kali lipat.

"Kalau ada yang cari kita arahkan untuk investasi, ini kan limited edition. Nanti kalau ada yang cari lagi bisa dijual kembali," tambahnya.

Dia juga menjelaskan, mengapa pulpen tersebut terbuat dari batu giok karena merupakan simbol energi yang tidak terbatas. Diharapkan dengan adanya energi ini, Faber-Castell dapat bertahan dan terus maju.

(Idris Rusadi Putra - Okezone)

Jumat, 16 November 2012

Investor Lebih Berhati-hati Investasi di Luar Jawa

 Pengembangan investasi di luar Pulau Jawa perlu dirangsang oleh pemerintah. Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, seringkali para investor lebih berhati-hati untuk melakukan investasi di luar Pulau Jawa.

"Biasanya kalau investasi di luar Pulau Jawa jika bukan pemerintah yang mengadakan, orang tidak mau investasi. Karena investasi di luar Jawa pengembaliannya lebih lambat dibandingkan dengan investasi di Pulau Jawa," ungkapnya kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Aviliani melanjutkan, investasi tersebut awalnya harus dimasuki oleh kalangan pemerintah sehingga nantinya para pihak swasta pun akan tertarik untuk menanamkan investasinya di luar Pulau Jawa.

"Memang harus dimasuki oleh pemerintah dulu sehingga akan dibeli oleh swasta. Atau kalau enggak BUMN dulu nanti akan diikuti oleh swasta. Nah, ini yang tidak terjadi di kita," paparnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jika realisasi penanaman modal di luar Jawa pada kuartal II-2012 sebesar Rp34,7 triliun. Jumlah ini menurun Rp1,6 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp33,1 triliun.

"Penurunan tersebut karena investor beralih dari sektor pertambangan dan perkebunan ke sektor manufaktur," kata Kepala BKPM Chatib Basri.

Menurut dia, turunnya harga komoditas membuat sektor-sektor tersebut beralih ke industri manufaktur. "Namanya reverse effect. Kalau semua turun itu pindah ke manufaktur," imbuhnya.

Sedangkan untuk investasi di Pulau Jawa tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp42,2 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp289 triliun.

(R Ghita Intan Permatasari - Okezone)

Selasa, 13 November 2012

Investasi Syariah Potensial Bagi Daerah

Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan, investasi syariah sangat potensial sekarang ini, khususnya di daerah.

"Saat ini investasi syariah menjadi sesuatu yang menjanjikan apalagi untuk di daerah-daerah," ujar Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi ketika ditemui dalam acara Sosialisasi Perkembangan Pasar Syariah di Galeri BEI, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Investasi syariah, menurutnya, memiliki pangsa pasar yang bagus untuk di daerah-daerah. "Pada saat saya melakukan edukasi ke daerah, pasti masyarakat menanyakan apa saja perusahaan yang sahamnya sudah syariah dan apakah mekanisme di BEI sudah syariah atau belum," imbuhnya.

Untuk mekanisme di BEI Friderica menambahkan, fatwa 80 dari DSN-MUI telah menyatakan halal setiap saham dengan prinsip syariah telah masuk ke DES (Daftar Efek Syariah). Sekedar informasi, saat ini terdapat 238 DES yang dapat dijadikan masyarakat yang ingin berinvestasi syariah.

Pangsa pasar investasi syariah memang masih kecil dan jauh dari investasi konvensional. "Tetapi investasi syariah memiliki potensi yang sangat menjanjikan," imbuhnya.

(Achmad Rifaie De Jong - Okezone)

Jumat, 09 November 2012

Infrastruktur Tak Tumbuh, Investasi Terancam Stagnan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2012 berhasil mencatatkan hasil yang menggembirakan. Hal ini, lantaran tingginya ekspansi investasi yang terjadi.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tingginya investasi tersebut harus dapat dialihkan kepada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

"Ekspansi investasi yang sangat tinggi ini, jika tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur, terutama pelabuhan dan jalan-jalan, maka dia akan ngerem lagi," kata Hatta di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Menurut Hatta, jika investasi tidak dialihkan pada pertumbuhan infrastruktur, bukan tidak mungkin malah akan menghambat pertumbuhan ekonomi, karena akan stuck sehingga membuat masyarakat frustasi.

"Jadi infrastruktur harus terus kita genjot. Ini salah satu yang mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan kembali menjaga investasi kita tetap tinggi," ujar Hatta.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika pertumbuhan infrastruktur terhambat, pasti investasi juga akan terhambat. "Karena perlu menunjang infrastruktur dalam negeri juga untuk jangka panjang," tukas Hatta.

(Fakhri Rezy - Okezone)

Selasa, 06 November 2012

4 Tips Berinvestasi di Pasar Modal

Investasi di pasar modal terkadang masih ditakuti para investor. Banyaknya risiko yang dihadapi karena investasi di pasar modal berhubungan dengan pasar global, disinyalir juga menjadi salah satu kendala.

Hal tersebut diungkapkan CEO Lumen Capital Resources, Harry Suwanda, seperti dikutip dari Majalah Pialang Edisi Mei 2010, Rabu (26/5/2010). Dirinya pun memberikan empat tips yang perlu dicermati jika ingin berinvestasi di pasar modal.

1. Kenali produk pasar modal yang Anda miliki.Menurut manajer investasi Danareksa Sekuritas, Gunawan Bonyamin, pengenalan produk investasi amat penting. Dalam pengenalan produk, seseorang harus mengenali risiko apa yang bisa ditimbulkan dari produk itu, keuntungan apa yang bisa didapat, serta berapa modal yang harus dikeluarkan, serta berapa lama hasil yang akan diperoleh.

Sebagaimana kita berinvestasi pada emas, berinvestasi pada pasar modal juga harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual. Karena semua produk investasi memiliki keunggulan masing-masing dan tentu pula memliki kekurangannya juga.

Pasar uang, lanjutnya, merupakan wahana investasi jangka pendek (kurang dari setahun) dengan harapan imbal hasil yang lebih baik. Karena itu ada baiknya jika modal awal dari pasar modal adalah excess money (dana lebih) yang diinvestasikan.

Karena pada dasarnya investasi di pasar saham akan memberikan keuntungan apabila dipegang dalam jangka panjang, dengan harapan investasi di saham memiliki keuntungan lebih baik bahkan dibandingkan dengan berinvestasi di emas ataupun properti (tanah, rumah) atau instrumen sejenis.

2. Jangan mengikuti gosip.Sebagaimana investasi lainnya, banyak juga gosip yang beredar di pasar modal. Menurut Gunawan, investor wanita cenderung lebih percaya gosip. "Di pasar modal akan banyak beredar gosip entah benar atau tudak, semuanya harus dipilah-pilih," katanya.

3. Anggap bursa efek sebagai sebuah mal besar.Menurut Harry, investasi di pasar modal juga bisa dilakukan oleh wanita, yang suka berbelanja. Jadi pengalamannya berbelanja amat sangat bermanfaat di pasar modal. Anggap saja bursa efek itu sebagai sebuah mal dengan segala penawaran, semuanya tergantung kita pembelinya.

Sementara Gunawan menambahkan, saat berbelanja, wanita lebih suka produk yang berkualitas. Nah, di pasar modal itu berarti saham blue chips, yang terkadang di pasar modal juga ada sale, di mana beberapa saham dijual dengan harga murah namun bukan berarti murahan. Artinya sahamnya tetap menguntungkan.

4. Pilihlah manajer investasi yang baik.Keberadaan manajer investasi amat dibutuhkan bagi investor pemula. Pilihlah manajer investasi yang benar-benar bisa dipercaya. Jangan lupa pilih manajer investasi yang memiliki track record yang baik, dan pastikan bahwa uang yang kita investasikan benar-benar aman (tidak hilang).

Jangan tertipu dengan iming-iming hasil yang sangat menggiurkan, bahkan kalau kita nilai tidak wajar. Kenapa? Kembali kagi, imbal hasil yang tinggi tentunya menyisakan risiko yang besar pula. "Jangan tertipu!" ucap Gunawan.

Lalu apakah tanpa manajer investasi kita tidak bisa berinvestasi di pasar saham? Menurut Harry, kita tetap bisa berinvestasi tanpa menggunakan jasa manajer investasi. Asalkan kita mau belajar dan menggunakan sistem yang tepat.

"Caranya adalah dengan mengikuti seminar atau workshop mengenai pasar modal sebelum memilih produk-produk investasi. Belajar adalah keharusan dalam semua investasi, apalagi pasar modal. Investasi ini amat tergantung pada keinginan kita belajar hal baru," katanya.

(Rheza Andhika Pamungkas - Okezone)

Jumat, 02 November 2012

Waspada, Investasi Bodong Mulai Marak

Banyaknya investasi bodong pada akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu sebagai regulator, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengimbau agar sebelum melakukan investasi terlebih dahulu agar lebih berhati-hati.

"Makanya sebelum melakukan investasi, para investor harus selalu memperhatikan segala sesuatunya. Lihat kalau return-nya lebih tinggi, berarti risikonya juga tinggi," ungkap Ketua Bapepam-LK Nurhaida, kala ditemui dikantornya, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Nurhaida melanjutkan, para investor harus melihat produk investasi yang ditawarkan. Jika tidak wajar, maka produk-produk investasi lainnya jangan diambil. "Makanya harus dilihat dulu produknya seperti apa. Harus berpikir dulu, cari informasi yang benar. Intinya harus lebih berhati-hatilah," paparnya.

Sementara mengenai kasus Koperasi Langit Biru yang terlibat investasi bodong, dia menilai itu adalah bentuk investasi yang ilegal. Karena proses investasi tersebut tidak sesuai dengan prosedur investasi yang seharusnya. Hal tersebut bisa luput dari tangan Bapepam-LK karena sebuah koperasi bukan di bawah pengawasan Bapepam-LK.

"Itu sebagai bentuk investasi ilegal menurut saya, karena tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Tidak ada proses penawaran umumnya sehingga Bapepam-LK sendiri tidak bisa melihat proses Good Corporate Governance (GCG)-nya," pungkasnya.

(R Ghita Intan Permatasari - Okezone)

Selasa, 30 Oktober 2012

Memenuhi Kebutuhan Proteksi dan Investasi Anda

PARA pembaca yang terhormat, tentu tidak salah bila saya mengatakan bahwa Anda pasti menginginkan kekayaan Anda terus tumbuh dan berkembang.

Faktanya, penghasilan Anda akan terus bertumbuh seiring dengan berkembangnya karier Anda. Bila Anda seorang karyawan perusahaan,penghasilan Anda akan terus bertumbuh sampai pada suatu titik ketika Anda memasuki masa pensiun.Pada momentum tersebut,penghasilan Anda secara otomatis mulai menurun.

Yang perlu Anda perhatikan,di sepanjang rentang waktu tersebut Anda perlu mencari cara efektif untuk menginvestasikan kekayaan sehingga tujuan investasi Anda bisa tercapai. Menurut beberapa buku referensi, Anda mesti mengetahui secara pasti tujuan yang ingin Anda capai dalam berinvestasi. Saya akan menyajikan gambaran umum tentang empat kelompok tujuan berinvestasi, yakni (1) Capital Preservation, (2) Capital Growth,(3) Income (4) Likuiditas.

Tujuan Investasi

Pertama,capital preservation adalah jenis investasi yang bertu-juan melindungi nilai dari aset yang Anda investasikan. Dalam hal ini, Anda tidak mau kehilangan aset awal yang Anda investasikan.Anda pun menginginkan agar nilai aset tidak berkurang. Tipe investasi jenis ini biasanya dalam bentuk investasi kekayaan atau aset Anda pada instrumen investasi yang berisiko rendah. Imbal hasil yang Anda dapatkan pun rendah.Umumnya strategi investasi ini berlaku bagi investor pada usia mendekati masa pensiun.Mengapa demikian? Sebab, mereka tidak mempunyai waktu panjang untuk menunggu pengembalian aset bila tiba-tiba terjadi penurunan pasar secara signifikan.

Kedua, capital growth yang bertujuan mengembangkan kekayaan dan aset yang Anda miliki. Misalnya, Anda melakukan investasi untuk meningkatkan nilai pasar dari jumlah investasi semula.Tipe investasi jenis ini berisiko tinggi dan potensi imbal hasil yang bisa Anda peroleh juga tinggi.

Ketiga, investasi yang berorientasi incomebertujuan memperoleh pendapatan rutin dari investasi yang Anda lakukan. Dalam hal ini, Anda mengharapkan satu penghasilan rutin sebagai tujuan investasi. Misalnya, Anda berinvestasi dalam bentuk deposito,instrumen surat utang (bond) dengan pembayaran bunga, atau investasi saham yang memberikan dividen kepada Anda secara rutin.

Keempat, investasi yang berorientasi likuiditas merupakan jenis investasi yang bisa dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu yang singkat.Atau,Anda bisa mendapatkan uang setiap waktu manakala pasar bersedia membeli instrumeninvestasi Anda.Dalamhalini,Andaberinvestasidenganharapanmendapatkan likuiditas secara cepat.

Para pembaca yang budiman, instrumen investasi Anda saat ini mungkin bisa memenuhi keempat kategori tujuan investasi di atas.

Meskipun demikian,Anda harus mengetahui prioritas tujuan investasi karena hal tersebut akan menentukan tipe instrumen investasi dan strategi investasi yang akan Anda tempuh. Bila Capital Preservation menjadi tujuan investasi Anda yang utama, misalnya, Anda tidak disarankan untuk berinvestasi pada instrumen saham. Anda mungkin juga memiliki prioritas yang berbeda dalam setiap fase kehidupan yang berbeda pula.

Dalam hal ini,Anda memiliki tujuan investasi yang berbeda.Karena itu, penting bagi Anda untuk meninjau ulang tujuan dan strategi investasi Anda secara berkala. Terkait dengan tujuan dan strategi investasi tersebut, tahukah Anda bahwa sebuah kontrak yang dapat memenuhi kebutuhan investasi tersedia bagi Anda?

Pada saat yang sama, kontrak tersebut bisa memberikan perlindungan keuangan bagi Anda bila satu kejadian tak terduga/kemalangan menimpa Anda.Jenis kontrak yang dimaksud adalah polis asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi atau disebut polis asuransi jiwa unit link.

Mengapa demikian? Karena polis asuransi jiwa unit link bisa menyediakan berbagai alternatif subdana investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi setiap nasabah. Subdana investasi yang dimaksud menjadi bagian dari polis asuransi unitlink tersebut.

Dengan demikian, produk asuransi jiwa unit link bermanfaat untuk meningkatkan kekayaan,mengakumulasi kekayaan, dan melindungi para nasabah dari risiko hilangnya sumber pendapatan.Bukan hanya itu, unit link memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan dana dari satu subdana investasi ke subdana investasi lainnya. Setiap premi yang Anda bayar selalu di-alokasikan untuk proteksi dan investasi. Proporsi antara besarnya proteksi dan investasi dalam polis unit link yang Anda miliki bergantung pada ekspektasi Anda.

Semakin tinggi pertanggungan risiko yang Anda harapkan,semakin besar unit premi yang Anda bayar untuk biaya asuransi.Ketika Anda lebih mengutamakan proteksi pada polis unit link, lebih sedikit unit yang dapat diakumulasi untuk dibelikan unit investasi,demikian juga sebaliknya.

Selain memberikan jalan keluar untuk tujuan investasi setiap nasabah, polis unit link juga memberikan perlindungan dari risiko keuangan yang berkaitan dengan kematian, cacat, dan munculnya penyakit. Menyadari begitu banyaknya manfaat proteksi asuransi jiwa,seyogianya Anda segera mengambil langkah bijak,yakni membeli polis asuransi jiwa unit link demi kesejahteraan keluarga. Selamat berasuransi jiwa.

(EDDY KA BERUTU - Okezone)

Jumat, 26 Oktober 2012

Masyarakat Mulai Berinvestasi yang Tak Biasa

Masyarakat Indonesia dinilai sudah mulai sadar akan pentingnya berinvesatasi, namun demikian investasi yang dilakukan tidaklah selalu pada instrumen investasi biasa.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyatakan bahwa saat ini tingkat investasi orang Indonesia cukup tinggi, namun demikian investasi tersebut tidak selalu pada surat berharga, valuta asing ataupun saham.

"Investasi orang Indonesia tinggi tapi beda-beda caranya. Misalnya orang Madura investasi ke sapi," terang Hadi di Jakarta, baru-baru ini.

Dia melanjutkan, investasi tersebut dilakukan karena masyarakat lebih memilih membeli benda ketimbang melakukan investasi di perbankan. Pasalnya investasi di perbankan, kata dia, memberikan bunga yang rendah sehingga tergerus oleh inflasi.

"Kalau anda menyimpan uang di bank, bunganya rendah kan sekira dua persen. Kalau inflasi lima persen saja setahun berarti anda rugi tiga persen," ungkapnya.

Sebelumnya, dia juga menuturkan salah satu faktor yang memberikan tekanan pada inflasi karena masyarakat lebih memilih investasi pada emas ketimbang pada perbankan. "Banyak orang yang tertarik investasi di emas. Sebabnya, banyak yang tidak percaya investasi di bank. karena rendahnya bunga bank," ungkap Hadi.

(Martin Bagya Kertiyasa - Okezone)

Selasa, 23 Oktober 2012

Investasi di Pasar Modal: Pilih Langsung atau Lewat Manajer Investasi?

Investasi di pasar modal bisa dilakukan investor dengan dua cara, langsung atau tidak langsung. Kalau yang dipilih investasi langsung berarti investor menentukan dan mengelola sendiri produk yang menjadi sasaran investasinya. Sedangkan bila yang dipilih investasi tak langsung, berarti pengelolaan investasinya dilakukan oleh manajer investasi. Lalu mana yang lebih menguntungkan, mengelola sendiri atau menyerahkan kepada manajer investasi?

Ilustrasi pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang kerap muncul pada calon investor yang akan berinvestasi di pasar modal. Terlebih lagi mereka umumnya tahu bahwa investasi di pasar modal merupakan bentuk investasi yang pada hakekatnya tidak langsung? Investasi dikatakan sebagai suatu upaya mengelola uang dengan cara menyisihkan sebagian dari uang tersebut untuk ditanam dalam bidang-bidang tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa datang. Sementara itu orang atau setiap pihak yang melakukan upaya tersebut dikatakan sebagai investor.

Selanjutnya dalam aktivitas investasi pakar membagi dua bentuk investasi yakni� langsung (direct) dan tidak langsung (indirect).� Yang dimaksud dengan investasi langsung dalam teori investasi secara umum adalah upaya mengelola uang atau aset secara langsung pada jenis atau bidang usaha tertentu misalnya mendirikan pabrik, mendirikan toko atau membentuk perusahaan atau bisa pula berupa membeli tanah, rumah dan bangunan atau membeli emas dan sebagainya,� untuk kemudian dijual kembali. Investasi langsung disebut juga sebagai investasi nyata (real investment).

Sementara itu penjelasan mengenai indirect investment atau investasi tidak langsung merupakan aktivitas menanam uang secara tidak langsung melalui suatu jenis usaha tertentu seperti membeli saham, obligasi, menanam uang pada deposito di bank dan sebagainya. Investasi tidak langsung disebut juga sebagai investasi keuangan (financial investment). Jadi pengertian investasi secara teori memperlihatkan bahwa investasi di pasar modal tergolong sebagai investasi tidak langsung alias indirect investment. Nah, kalau investasi di pasar modal sudah masuk kategori tidak langsung, kenapa pula banyak pelaku pasar yang mengatakan bahwa investasi di pasar modal bisa dilakukan secara langsung?

Penjelasannya begini. Yang dimaksud berinvestasi di pasar modal masuk kategori langsung, apabila investor mengelola sendiri investasinya. Produk yang menjadi sasaran investasi (saham atau obligasi) dikelola sendiri, harga, jumlah saham yang dibeli serta berbagai risiko yang ada dianalisa sendiri oleh investor. Dalam investasi langsung ini setidaknya investor memahami dan mengetahui bahwa setiap bentuk dan jenis investasi memberikan tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Semakin besar kemungkinan tingkat keuntungan dari suatu investasi maka semakin besar pula tingkat risikonya. Mengelola risiko guna mendapatkan hasil yang optimal sangat dipahami oleh investor, sehingga ia dikatakan sebagai berinvestasi di pasar modal secara langsung.

Selain paham dan mengerti tentang seluruh aspek (karakteristik produk, trend pasar dan sebagainya), konsekuensi logis dari investor yang memilih aktivitas investasi langsung di pasar modal adalah nilai modal yang diinvestasikan. Untuk membeli saham saja minimal volume pembelian adalah satu lot (setara dengan 500 lembar). Jadi kalau harga per lembar saham ada pada kisaran Rp1.000 dengan demikian dana yang harus disiapkan adalah Rp500 ribu. Itu baru pada produk saham. Kalau investasi dilakukan investor dalam membeli obligasi tentunya dana yang disiapkan jumlah lebih besar lagi, sebab denominasi (pecahan obligasi) umumnya cukup besar. Kalau obligasi yang diterbitkan pemerintah seperti ORI denominasinya ada yang Rp 1 juta, sedangkan kalau yang diterbitkan korporasi denominasinya lebih besar lagi ada yang minimal Rp 1 miliar. Walhasil dengan fakta tersebut dalam investasi langsung di pasar modal, setidaknya dibutuhkan dana yang cukup besar. Apalagi bila investor itu akan membentuk portofolio guna menekan risiko dan mengoptimalkan keuntungan. Dana dan biaya yang ditempatkan tentunya lebih besar lagi.

Atas dasar itu, maka pelaku pasar modal menawarkan investasi di pasar modal yang aktivitasnya tidak langsung. Dikatakan tidak langsung karena investor gak perlu lagi berpikir, tentang kondisi pasar, karakteristik produk dan sasaran investasi produk yang akan dibeli (saham atau obligasi dan sebagainya). Di samping itu� investor yang memilih aktivitas investasi tidak langsung (indirect investment)� ini membawa dananya� untuk diinvestasikan di pasar modal. Pendeknya ongkos dan biayanya relatif kecil dan disesuaikan dengan kemampuan investor.

Untuk berinvestasi secara tidak langsung ini, pilihan produknya hanya satu yakni reksa dana. Kendati produknya hanya satu yakni reksa dana, tapi jenis reksa dana variasinya cukup banyak. Ada reksa dana� saham, reksa dana obligasi, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang, reksa dana tematik dan reksa dana khusus. Reksa dana khusus dan reksa dana tematik ini dibuat dengan tujuan tertentu. Tujuan tertentu biasanya terkait dengan produk yang menjadi pilihan.

Proses manajemen investasi yaitu bagaimana seorang manajer investasi mengelola uang. Proses ini membutuhkan suatu pemahaman terhadap berbagai jenis investasi, cara penilaian investasi tersebut, dan berbagai strategi yang dapat digunakan untuk menyeleksi jenis investasi yang seharusnya dimasukkan dalam portofolio untuk dapat mencapai tujuan-tujuan investasi. Jadi ia tak perlu lagi direpotkan dengan ekspektasi, analisa dan peramalan yang terkait dengan pergerakan harga portofolio yang ada di reksa dana itu, karena telah dikelola dan diperhitungkan oleh manajer investasi. Jadi pada sisi inilah banyak investor pemula dengan modal terbatas disarankan untuk berinvestasi di reksa dana ini. Alasannya tidak lain karena proses pengelolan risiko dan return dilakukan oleh manajer investasi. Pengelola risiko dan return kepada manajer investasi ini dikatakan sebagai aktivitas investasi tak langsung di Pasar Modal.

 (Okezone)

Jumat, 19 Oktober 2012

3 Alasan Investasi di Indonesia Terganggu

Investasi Amerika Serikat (AS) di ASEAN, khususnya Indonesia memang masih belum terlalu besar seperti dengan Uni Eropa. Ada beberapa hal yang menghambat investasi ini terus mengalir.

"Ada banyak kekhawatiran yang membuat investasi ini terhambat. Hal ini harus segera dirubah secepatnya," ucap Duta Besar AS untuk ASEAN David Carden di kediamannya, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Menurutnya, wilayah ASEAN khususnya, harus berkaca apa yang menyebabkan perusahaan-perusahaan asing enggan untuk melakukan investasi lebih di wilayah Asia Tenggara. 

"Ada alasan mengapa perusahaan ataupun pribadi enggan untuk melakukan investasi di wilayah ini. Hambatan itu melebar dari korupsi, hingga sistem hukum yang tidak berfungsi hingga minimnya tranparansi di masyarakat," tuturnya.

Carden juga menyebutkan investasi di Indonesia. Tahun lalu AS menjadi investor terbesar kedua di Indonesia. Namun dirinya mengharapkan dengan kerja sama yang akan lebih ditingkatkan dan jumlah investasi ini dapat terus meningkat.

Sementara Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Ted Osius memaparkan tiga masalah yang dihadapi oleh perusahaan untuk melakukan investasi di negara ini.

"Saya melihat ada tiga masalah yang perlu diperhatikan yang dihadapi dalam masalah investasi di Indonesia. Masalah pertama adalah infrastruktur, kedua adalah korupsi dan terakhir adalah regulasi yang tidak jelas," Menurut diplomat yang selalu mengurus masalah investasi perusahaan AS di Indonesia ini.

Terlepas dari masalah ini, Dubes Carden dan Wakil Dubes Osius menilai masih menyimpan peluang besar untuk investasi. Tetapi perlu adanya pemecahan hambatan investasi agar lancar masuk ke ASEAN pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

(Fajar Nugraha - Okezone)

Selasa, 16 Oktober 2012

Tips & Saran Tentang Investasi Bursa Saham

Saat ini, salah satu sumber investasi yang sedang naik daun adalah investasi di bursa saham. Bahkan, di Indonesia, belakangan nilai harga saham gabungan (IHSG) mencapai rekor sejarah hingga di atas 3800. Tak heran, jika kini, orang berbondong-bondong mencoba “mengadu untung” di bursa saham. Ditambah lagi, banyak perusahaan manajemen investasi yang bisa membantu mempermudah proses investasi bagi individu. Sehingga, semua seolah makin dipermudah.

Tapi, sadarkah bahwa resiko berinvestasi di dunia saham juga sangat besar. Seperti istilah “high risk high return”, maka risiko rugi pun juga cukup besar.

Agar bisa tetap memaksimalkan keuntungan, raja saham dunia, Warren Buffet dalam sebuah wawancara menyebutkan: “Pertama, jika melihat investasi terlihat sangat bagus, mungkin memang itu sebenarnya. Kedua, selalu lihat berapa yang dihasilkan seseorang sebelum dia membantu Anda. Ketiga, jangan terjebak utang.” Sederhana. Tapi, itulah yang dilakukan Warren Buffet sehingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Berikut beberapa hal lain yang dipertimbangkan Warren Buffet agar investasi di bursa saham makin pasti…
  • Apakah perusahaan berjalan dalam industri dengan ekonomi yang baik, bukan dalam suatu industri yang berdasarkan kompetisi harga?
  • Apakah perusahaan memiliki monopoli konsumen atau merek memiliki loyalitas tinggi pada konsumennya?
  • Dapatkah perusahaan lain dengan kelimpahan sumber daya bersaing dengan sukses dengan perusahaan itu?
  • Apakah pendapatannya terus meningkat dengan margin yang baik dan konsisten?
  • Apakah rasio utang terhadap ekuitas rendah atau laba terhadap rasio utang tinggi? Ini untuk mengindikasikan apakah perusahaan dapat membayar utangnya bahkan di tahun ketika pendapatannya lebih rendah dari rata-rata.
  • Apakah perusahaan memiliki return yang tinggi dan konsisten pada modal yang diinvestasikan?
  • Apakah perusahaan mampu mempertahankan laba untuk pertumbuhan?
  • Apakah perusahaan menginvestasikan pendapatan untuk peluang bisnis yang baik?
  • Apakah manajemen di perusahaan tersebut memiliki track record yang baik?
  • Apakah perusahaan fleksibel untuk menyesuaikan harga saat terjadi inflasi?
(cigna.co.id)

Jumat, 12 Oktober 2012

Strategi-Strategi Dalam Investasi Saham

Bursa Efek merupakan sebuah pasar yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual-beli surat berharga dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di Bursa Efek tersebut. Ada beberapa pilihan teknik strategi yang dapat dilakukan oleh para investor terhadap kegiatan berinvestasi saham :

a. Teknik Analisis
Teknik analisis adalah teknik yang memperhatikan dan menganalisa fluktuasi harga saham yang membentuk trend dengan melihatnya secara individu dan keseluruhan saham pada pasar modal. Cara ini memang tidak dapat menebak pergerakan harga dengan tepat, namun cukup membantu dalam mengambil keputusan.

b. Analisis Fundamental
Analisa fundamental adalah menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan saham yang akan kita pilih melalui analisis perusahaan, analisis industri dan analisis ekonomi dan pasar makro mikro serta metode-metode analisis lain untuk mendukung analisa saham yang akan dipilih. Info analisis fundamental bisa didapat melalui media massa, media cetak, media elektronik, perusahaan sekuritas, pakar pasar modal, dan lain sebagainya.

c. Strategi Beli Dan Tahan
Jika anda yakin suatu saat suatu saham akan memiliki peningkatan nilai maka anda bisa membeli saham tersebut dan menyimpannya hingga saat yang tepat sehingga anda dapat melepasnya / menjualnya. Terkadang ada saham dari perusahaan yang saat ini kondisinya biasa-biasa saja, namun anda yakin suatu saat perusahaan tersebut akan maju pesat. Jika anda sangat yakin anda bisa menginestasikan uang anda pada saham perusahaan tersebut lalu menyimpannya hingga saat yang tepat untuk melakukan aksi jual.

d. Index Funds/ DanaIndeks
Indeks merupakan gabungan dari beberapa dana segar dan dana pensiun yang merupakan duplikasi dari indeks pada pasar modal. Dari indeks yang ada, anda bisa memilih portfolio investasi mana yang di masa mendatang dapat memberikan gain / keuntungan pada anda serta menghindari loss / kerugian yang mungkin dapat terjadi pada investasi anda.

(Hendra/wealthindonesia.com)

Selasa, 09 Oktober 2012

Mengapa Menginvestasikan Uang Anda Dalam Saham

Ada banyak alasan untuk berinvestasi dalam saham tapi saya akan memberikan Anda alasan yang paling menguntungkan. Bila Anda membeli saham maka Anda benar-benar menjadi seorang pemilik sebagian dari perusahaan.

Bahkan jika Anda melakukan penelitian dengan seksama, maka Anda dapat memiliki perusahaan yang sangat sukses yang akan memeberikan keuntungan kepada Anda di tahun-tahun mendatang.

Pada umumnya, saham rata-rata tumbuh lebih dari 10% setahun dan itu lebih banyak dari sertifikat deposito (CD) di bank lokal Anda.

Risiko yang minimal adalah jika Anda tidak menaruh semua uang Anda pada satu saham tertentu atau pada perusahaan yang sejenis. Untuk memperkecil resiko, sebaiknya Anda mendiversifikasikan sebagian uang Anda ke perusahaan lain.

Anda akan mengambil bagian dalam roda pembangunan dan Anda juga dapat belajar lebih banyak dan lebih lanjut tentang keuangan Anda.

Anda akan membantu perekonomian ketika perusahaan pertama kali menjual sahamnya kepada publik mereka memiliki apa yang disebut Penawaran Umum Perdana yang membawa uang bagi perusahaan dan membantu mereka berkembang.

Sekarang Anda dapat memahami bahwa dengan menginvestasikan uang Anda pada saham, maka hal itu benar-benar merupakan hal yang baik. Dan jika Anda memiliki budget yang berlebih dan Anda juga siap untuk menerima kerugian (karena harga saham juga bisa turun) maka anda harus mempertimbangkan dengan serius belajar lebih banyak tentang pasar saham dan menginvestasikan sebagian uang Anda di dalamnya .

(bisnisdaninvestasi.com)

Jumat, 05 Oktober 2012

Bagaimana Melakukan Investasi pada Hedge Fund

Investor yang ingin melakukan investasi pada hedge fund harus bertanya kepada pemain pasar dan membuka kuping  selebar-lebarnya untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan hedge fund. Hanya kalangan terbatas saja yang dapat mengetahui tentang hedge fund tersebut karena sangat riskan bila diketahui publik .

Investasi pada hedge fund sebaiknya mengikuti prose’s tahapan sebagai berikut :
Pertama menentukan tujuan dari investasi. Tujuan investasi yang dimaksud termasuk time horizon dan batasan dana yang dimiliki.di tahap pertama ini termasuk juga untuk menentukan ke dalam bentuk instrumen investasi apa dana tersebut diinvestasikan.

Kedua, memilih struktur dan strategi yang tepat. Pengendalian dan kustodian dibutuhkan untuk seluruh asset yang diinvestasikan, maka investasi harus dibuat melalui akun yang terpisah, bila tidak dibutuhkan maka pada reksa dana yang ada dapat dilakukan. Sedangkan strategi yang dipilih harus didasarkan pada ekspektasi yang beralasan yaitu mencapai tujuan kinerja yang disepakati, memenuhi parameter yang ditentukan pada awal dan dioperasikan sesuai struktur hedge fund yang dipilih.

Ketiga , memilih hedge fund yang dikelola oleh manajer investasi yang telah mempunyai track record.

Dalam memilih hedage fund , para investor harus melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif. Kedua analisis tersebut sangat penting agar dana yang diinvestasikan kepada hedge fund tersebut betul-betul habis seluruhnya.

(Merlina halim/wealthindonesia.com)

Selasa, 02 Oktober 2012

Bagaimana Berinvestasi di Bursa Efek

Apabila kita ambil perumpamaan, Bursa Efek ibaratnya seperti PD Pasar Jaya yaitu selaku pengelola pasar dimana kios-kiosnya disewakan kepada pedagang. Pedagang disini adalah broker atau perusahaan efek. Sementara pembelinya disebut sebagai investor atau pemodal.

Jadi pembeli tidak berhubungan langsung dengan PD Pasar Jaya, melainkan berhubungan langsung dengan pedagang. Yang berhubungan dengan PD Pasar Jaya adalah para pedagang yang menempati kios tersebut.

Pada dasarnya, jika anda ingin melakukan pembelian maupun penjualan saham maka anda harus berhubungan dengan perusahaan efek atau biasa disebut broker atau perusahaan pialang yang menjadi anggota bursa.

Perusahaan efek ini memiliki wakilnya di Bursa Efek yang biasa disebut pialang. Pialang tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas permintaan yang anda berikan baik untuk jual maupun untuk beli. Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi anda. Atas jasanya itu, maka anda wajib membayar biaya komisi kepada pialang.

Pada dasarnya, tidak ada batasan minimal dana dan jumlahnya untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut lot.

Di BEI, satu lot berarti 500 saham. Itulah batas minimum pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa. Namun, pada umumnya perusahaan efek menetapkan jumlah saldo minimum agar anda dapat menjadi nasabah perusahaan efek tersebut dan melakukan transaksi jual beli saham melalui perusahaan tersebut. Pada umumnya, nilai minimum tersebut adalah sejumlah Rp 20.000.000.

(Yunita Anwar/wealthindonesia.com)

Jumat, 28 September 2012

3 Alasan Berinvestasi Emas

Emas selalu diperbincangkan dalam kurun waktu 75 tahun terakhir. Dengan keadaan ekonomi dunia yang fluktuatif, dan masa depan ekonomi begitu banyak negara masih belum pasti, banyak investor telah mengubah strateginya untuk menjadikan emas sebagai investasi yang aman sampai ekonomi dunia setidaknya menunjukkan tanda-tanda menuju stabilitas. Meskipun profit margin investasi emas selama 80 tahun terakhir ini tidak terlalu spektakuler, setiap portofolio investor harus memiliki logam mulia ini di dalamnya.

Berikut adalah 3 Alasan mengapa investasi emas sangat dianjurkan:

1. Investasi Terbaik Pada Saat Ketidakpastian
Kita belum pernah melihat ketidakpastian ekonomi yang begitu tinggi kecuali pada masa sekarang ini. Emas adalah perangkat yang mudah sebagai sarana penyimpanan kekayaan terbaik, bahkan walaupun dunia ini mengalami ke kekacauan politik dan ekonomi. Selama ribuan tahun Emas telah menjadi standar kekayaan di seluruh dunia, dan akan terus selama ribuan tahun yang akan datang.

2. Emas adalah Lebih dari Sekedar Alat Penyimpanan kekayaan
Tidak seperti banyak investasi yang cenderung memiliki nilai yang mendasari dengan cara yang tak berwujud seperti uang kertas, emas tidak hanya merupakan penyimpanan kekayaan, tetapi juga merupakan komoditas yang diperlukan dalam berbagai produk komputer, mobil, perhiasan, proses produksi sejumlah teknologi, dan lain lain. Ini berarti bahwa emas mempunyai multi dimensi.

3. Mudah untuk berinvestasi Emas
Emas sangat mudah untuk dibeli dan dijual. Anda dapat membeli koin fisik atau batangan dan menyimpannya dalam safe deposit box atau brankas pribadi, atau Anda dapat berinvestasi pada reksa dana exchange traded, saham Gold. Kemudahan pembelian dan penjualan aset proses membuat lebih likuid, dan lebih mudah untuk menjualnya jika Anda merasa perlu untuk mengubahnya menjadi uang tunai.

(bisnisdaninvestasi.com)

Selasa, 25 September 2012

5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi Emas dan Perak

Investasi logam mulia dapat menjadi pengalaman yang sangat menarik jika Anda baru saja memulai. Namun demikian, ada beberapa perangkap yang Anda harus hindari sebelum membeli emas maupun perak. Kami telah membuat daftar 5 hal paling penting yang harus Anda ketahui sebelum menginvestasikan uang Anda pada produk logam mulia.
  1. Berhati-hatilah terhadap investasi koin antik logam mulia – Koin antik logam mulia adalah merupakan koin langka dari logam mulia yang bernilai tinggi. Jika Anda ingin berfokus pada investasi logam mulia, maka sebaiknya Anda hindari pembelian koin antik ini, yang pada dasarnya memerlukan biaya yang sangat mahal.
  2. Sebaiknya Anda hanya membeli logam mulia berbentuk koin atau batangan – maksudnya adalah, produk yang Anda beli adalah berbentuk koin atau batangan yang diproduksi murni dari emas atau perak serta diproduksi secara masal. Produk seperti ini hanya dibuat untuk tujuan investasi, memungkinkan Anda memperoleh nilai investasi yang tinggi ketika membeli emas maupun perak.
  3. Membandingkan harga dari beberapa dealer yang berbeda – hal ini mungkin terdengar jelas, tetapi banyak orang yang terlalu fanatik untuk membeli logam mulia di tempat pertama mereka menemukannya. Melakukan hal ini sama saja dengan menelan mentah-mentah harga yang kemungkinan terlalu mahal untuk Anda, apalagi jika ternyata dealer lain bisa memberikan harga yang lebih murah untuk barang jenis yang sama. Jangan Anda anggap remeh hal ini, karena hal ini sering pula terjadi.
  4. Diversifikasikan investasi emas dan perak Anda – investasi logam mulia tidak berbeda dengan investasi saham dan obligasi lainnya. Anda ingin memastikan bahwa Anda membeli bermacam-macam koin emas dan perak dari pemerintah atau negara yang berbeda, bahkan mungkin juga dari perusahaan yang berbeda.
  5. Membeli berbagai denominasi koin emas – ada 1/10 ons, ¼ ons, ½ ons, dan 1 ons koin yang tersedia. Anda tidak ingin membeli semua satu ons koin karena jika harga emas merangkak tinggi, Anda mungkin tidak ingin menjual seluruh ons emas secara sekaligus.
Mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukannya adalah merupakan 90% dari pertempuran ketika berinvestasi. Lebih penting untuk diketahui bahwa Anda sebaiknya berinvestasi di emas dan perak selama keadaan ekonomi sedang menurun.